Di masa lalu, banyak perusahaan yang membangun infrastruktur TI dan sekaligus menempatkannya sebagai technology backbone bagi pengembangan bisnisnya. Namun, ketika perusahaan mengalami perkembangan, menjadi lebih maju, lebih banyak pelanggannya, maka kebutuhan infrastruktur TI-nya juga ikut berkembang. Dampaknya, bukan saja infrastruktur TI-nya semakin luas, perangkat, sumber data dan aplikasi yang digunakannya pun semakin berjibun. Hal itu, tentu akan sangat mengganggu, karena jika tidak mampu dikelola dengan baik, dalam arti mengoptimalkan layanan TI, maka hal itu sekaligus akan menjadi beban. Sementara, mengelolanya pun bukan hal yang mudah, apalagi kalau tanpa menggunakan tools atau solusi yang tepat.
Padahal, perusahaan, dalam upayanya untuk bertahan dalam persaingan yang semakin hari semakin ketat, tentu membutuhkan, bukan saja kelincahan dalam menangani bisnis, melainkan juga meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan, yang berarti secara internal harus terus-menerus meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya.
Tantangannya menjadi bagaimana menyediakan layanan TI yang kompetitif di perusahaan secara menyeluruh, yang semakin memungkinkan setiap bagian di dalam perusahaan, baik bagian penjualan, inventori, administrasi, keuangan dan lainnya, mampu bekerja secara lebih efisien dan produktif, yang akhirnya mendorong peningkatkan pelayanannya kepada pelanggan.
Artinya, para CIO ( chief information officer ) dengan segenap jajarannya di lingkungan perusahaan harus mampu memberikan pelayanan TI secara efisien dan efektif, yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan bagian-bagian lainnya. Hal itu, bukan saja semakin menuntut dengan pemahaman bagian TI terhadap tujuan-tujuan bisnis, melainkan bagaimana orang-orang TI memiliki ukuran-ukuran kualitas layanan TI yang jelas, yang juga bisa menjadi ukuran bersama dalam meningkatkan daya saing perusahaan dan bisnisnya.
Orang TI tak bisa lagi hanya sekedar menyediakan infrastruktur dan aplikasi, melainkan bagaimana semua itu benar-benar tersedia, dengan kualitas layanan yang disepakati, sehingga secara nyata memberikan dukungan layanan yang optimal, sehingga setiap bagian lainnya juga mampu meningkatkan layanannya untuk pelanggan.
Seperti dinyatakan oleh Paul Muller , Market Development Manager, HP South Pacific , bahwa pengelolaan infrastruktur TI saja, kini tak lagi memadai. Melainkan semakin diperlukan pengelolaan layanan TI yang kualitasnya terukur, yang nantinya beranjak ke pengelolaan layanan bisnis ( business service management , BSM) yang konsisten, yang juga mempertimbangkan biaya. Lebih lanjut diungkapkan, bahwa tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan nilai infrastruktur menjadi nilai layanan bisnis.
ITSM, sebagai suatu solusi manajemen, jelas tidak hanya terkait dengan ketersediaan infrastruktur TI, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan TI di lingkungan perusahaan, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif, yang berujung pada kemampuan mengoptimalkan layanan kepada pelanggan, sambil menghemat biaya. Lanjutannya, perusahaan pun dapat dengan mudah membuat perencanaan (forecasting ) ke depan, termasuk juga mengambil berbagai keputusan bisnis yang lebih dinamis.
“ITSM bukan lagi suatu opsi bagi kalangan enterprise, melainkan telah menjadi suatu keharusan. Kami melihat semakin banyak perusahaan di berbagai negara di dunia yang mengadopsi konsep ITSM ini, yang definisinya dilihat dari sudut kepentingan pengguna, dan mengaitkannya dengan keuntungan bisnis suatu perusahaan,” ujar Steve Au-Yeung , Vice President, Software Global Business Unit, HP Asia Pacific and Japan .
Steve menegaskan hal itu berkaitan dengan diselenggarakannya HP OpenView ITSM Insight Days 2005, yang mengambil tema “Maintaining Tomorrow's Business Performance”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 19 hingga 20 Mei 2005 itu, diselenggarakan di Hotel Conrad, Bangkok, Thailand. Tujuannya adalah mendorong tingkat pemahaman terhadap konsep ITSM dan manfaat penerapannya di lingkungan perusahaan, termasuk up-dating berbagai perkembangan di seputar upaya HP dalam mengembangkan aplikasi ITSM (HP OpenView dan HP OpenCall), khususnya bagi kalangan perusahaan
Dalam menerapkan ITSM ini, HP bersandar pada konsep Adaptive Enterprise , yang secara esensial bagaimana menyelaraskan antara TI dan bisnis. Mengelola suatu Adaptive Enterprise jelas membutuhkan pengelolaan TI yang baik, yang dalam hal dengan memanfaatkan IT Infrastructure Library (ITIL). Ini merupakan kumpulan praktik terbaik (best practices ) dalam manajemen layanan yang membantu menurunkan biaya TI dan secara terus-menerus meningkatkan kualitas layanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan nilai bisnis.
Sehingga dalam upayanya untuk memberikan dukungan pada perusahaan-perusahaan yang akan menerapkan ITSM ini, HP, yang menganut konsep adaptive enterprise , memiliki solusi manajemen yang bersifat end-to-end , yang disebut HP OpenView. OpenView dibangun berdasarkan standar industri, yang ditujukan untuk menyediakan suatu platformmanajemen adaptif yang bersifat umum dan sederhana, yang memungkinkan bisnis menjadi lebih lincah, meski berada dalam lingkungan yang heterogen.
OpenView mengandalkan suatu pendekatan manajemen layanan TI yang sangat luas diterima di lingkungan industri (ITIL) guna memberikan suatu pengelolaan layanan TI yang komprehensif, sehingga mampu mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan sistem informasi dalam pencapaian bisnis.
Menurut pendapat saya
Memang sangat diperlukannya peningkatan dalam pelayanan suatu bisnis masa kini guna mempertahankan bisnis nya pada masa era modern seperti ini. Dengan memberikan layanan yang optimal kepada konsumen atau pelanggan, serta mengendalikan biaya seminimal mungkin. Dengan adanya pengel
http://www.helpdesksoftware.co.id/index.php/news/articles/102-penerapan-itsm-strategi-meningkatkan-kualitas-layanan
Senin, 29 Mei 2017
Kamis, 20 April 2017
ITSM Beserta Studi Kasus
ITSM (IT Service Management)
A. Partners/Suppliers
Memperhitungkan pentingnya mitra dan hubungan dengan suplier/pemasok
external demi membangun kontribusi yang positif pada layanan.
B. People
berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia seperti staf
TI, pelanggan dan stakeholder lainnya guna memenuhi kebutuhan layanan TI
C. Product/Technology
memperhitungkan teknologi yang digunakan, perangkat keras & perangkat
lunak,anggaran dan infrastruktur layanan TI.
D. Proses
Berkaitan dengan menjaga proses layanan agar dapat di sampaikan kepada
pengguna sesuai dengan aliran proses yang telah di rencanakan sehingga dapat
memuaskan pelanggan.
Perspektif ITSM menjadi landasan untuk memberi kepuasan dalam
menyelenggarakan layanan TI. Layanan yang berhasil dan bermanfaat bagi pengguna
akan meningkatkan kualitas dan mutu layanan TI itu sendiri.
Manfaat yang dimiliki ITSM adalah:
·
menigkatkan kualitas penyediaan layanan; menyesuaikan biaya dan kualitas
layanan;
·
menghasilkan layanan yang memenuhi kebutuhan dan tuntutan bisnis, pelanggan
dan pengguna;
·
proses yang terintegrasi terpusat;
·
setiap orang mengetahui peran dan tanggung jawab dalam penyediaan layanan;
·
selalu belajar dari pengalaman;
·
dan dibuktikan dalam indikator kinerja.
Framework pada ITSM :
1. ITIL (Information
Technology Infrastructure Library)
Merupakan sebuah konsep dan teknik
pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi.
ITIL menekankan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi
dibagi menjadi 5 bagian :
a) Service Strategy
Memberikan panduan kepada pengimpelemntasi bagaimana memandang konsep ITSM
bukan hanya sebagai kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta
mengoperasikan layanan IT), tapi juga sebagai sebuah aset strategis
perusahaan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy :
-
Service Portofolio Management.
-
Financial Management.
-
Demand Management.
b) Service Design
Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara
sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun
implementasi ITSM itu sendiri. Proses-proses yang dicakup dalam Service
Design yaitu:
-
Service Catalog Management.
-
Service Level Management.
-
Supplier Management.
-
Capacity Management.
-
Availability Management.
-
IT Service Continuity Management.
-
Information Security Management
c) Service Transition.
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat
mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang
baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan
operasional. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
-
Transition Planning and Support.
-
Change Management.
-
Service Asset & Configuration Management.
-
Release & Deployment Management.
-
Service Validation.
-
Evaluation.
-
Knowledge Management.
d) Service Operation.
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan
operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat
berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif
serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan
sebelumnya. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
-
Incident Management.
-
Problem Management.
-
Request Fulfillment.
-
Access Management.
2. Continual Service
Improvement.
Continual Service
Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara
kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.
CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan
metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA).
3. ISO/IEC 20000 (Sistem
Manajemen Layanan IT)
Merupakan standar
internasional pertama untuk ITSM. Dimana dikembangkan untuk menyempurnakan
ITIL.
4. COBIT (Control Objective
for Information and related Technology)
Menyediakan kebijakan
yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior
dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT.
COBIT menyediakan
kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk
manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.
Cobit memiliki 4 cakupan proses :
1) Perencanaan dan
organisasi (plan and organise).
2) Pengadaan dan
implementasi (acquire and implement).
3) Pengantaran dan dukungan
(deliver and support).
4) Pengawasan dan evaluasi
(monitor and evaluate).
Cobit Komponen :
·
Framework.
·
Process descriptions.
·
Control objectives.
·
Management guidelines.
·
Maturity models.
5. Business Process
Framework (eTOM)
Merupakan framework proses bisnis untuk
penyedia layanan telekomunikasi. eTOM proses dibagi menjadi 3 yaitu :
1) Strategy, Infrastructure
& product.
2) Operations.
3) Enterprise Management.
6. FitSM
FitSM merupakan standar ITSM yang
digunakan untuk jasa layanan manajemen IT ringan.
7. MOF (Microsoft
Operations Framework)
Merupakan framework umum untuk fungsi
manajemen dalam melakukan pengarahan untuk mengelola layanan berdasarkan
teknologi Microsoft.
8. Six Sigma
Six Sigma disebut strategi karena
terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan.
Disebut disiplin ilmu karena mengikuti
model formal,yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve,
Control ). Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis,
tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah.
Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam
filosofi six sigma.
Proses DMAIC :
a) Define.
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan
pelanggan, dan membangun tim.
b) Measure.
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur
tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem
pengukuran yang digunakan.
c) Analyze.
Fase analisis (analyze) merupakan fase mencari dan menentukan akar atau
penyebab dari suatu masalah.
d) Improve.
Pengembangan (Improve) adalah fase meningkatkan proses dan menghilangkan
sebab-sebab cacat.
e) Control.
Pengendalian (Control) adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan
menjamin cacat tidak muncul kembali.
Studi Kasus
Antar organisasi tentunya akan saling
bersaing untuk meningkatkan layanannya. Bagi penyedia layanan ini bersaing
untuk memberikan layanan yang terbaik agar diminati oleh pelanggan adalah hal
penting dalam bisnisnya. Persaingan ini didukung oleh kemajuan teknologi
informasi yang selaras ikut berkembang pada saat ini.. Perkembangan teknologi
ini semakin hari semakin kompleks yang memungkinkan segala sesuatu menjadi
lebih cepat dan terjangkau hingga menyebabkan pelanggan juga memiliki hak atas
permintaan yang lebih beragam.
Keadaan ini membuat perusahaan
memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel untuk integrasai antara layanan TI
dengan layanan konvensional perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan
lainnya yang serupa. Usaha untuk meningkatkan layanan TI ini tentunya bukan hal
yang mudah, oleh karena itu dibutuhkan manajemen TI yang baik serta pengolahan
informasi yang aman agar pemenuhan kebutuhan pelanggan oleh perusahaan dapat
disampaikan tepat sasaran dan dapat memberikan solusi serta value bagi
pelanggan.
Information technology service
management (ITSM) merupakan konsep manajemen dalam memberi layanan TI secara
baik dan berhasil kepada pelanggan. ITSM meliputi semua proses yang digunakan
untuk meningkatkan kualitas sesuai dengan tangkat level yang telah disepakati
bersama pelanggan, guna memberi suatu 6 layanan yang bernilai dan sesuai dengan
kebutuhan-kebutuhan pelanggan . Sistem, proses, dan strategi ITSM yang efektif
dan efisien sangat penting bagi suksesnya penerapan TI. ITSM membahas inisiasi,
desain, organisasi, kontrol, ketentuan, dukungan dan perbaikan layanan TI.
Fokus dari ITSM menangani masalah operasional manajemen TI dalam organisasi
bukan menangani proses pembuatan perangkat lunak tertentu serta membahas
tentang keselarasan antara kebutuhan layanan TI dengan kebutuhan bisnis
Proses untuk meningkatkan dan mengelolah
kualitas layanan TI dapat menggunakan manajemen ITSM untuk memastikan bahwa
layanan didesain dan dikelolah sejalan dengan spesifikasinya.
Dalam penerapan ITSM, dapat digunakan
standar yang dapat membantu terarahnya pengukuran kinerja dan penilaian hasil
kualitas layanan TI. ISO/IEC 20000 mmberikan standar untuk manajemen layanan TI
yang dapat menentukan persyaratan minimum yang harus disiapkan oleh organisasi
dalam sebuah proses menyediakan dan mengelolah layanan berkualitas tinggi.
Proses yang ada pada ISO 20000 selaras dan saling melengkapi dengan proses
ITIL.
Salah satu aspek yang dinilai adalah
kinerja perusahaan. Perusahaan yang berkinerja baik adalah perusahaan yang
memiliki layanan handal, efisien, dan fokus pada pelanggan. ISO/IEC 20000
berpedoman untuk mencapai tujuan tersebut. ISO/IEC 20000 adalah mekanisme bagi
penyedia layanan untuk memvalidasi kemampuan dalam memberikan layanan TI. Tujuan
10 ISO/IEC 20000 adalah mengurangi gangguan layanan dan meningkatkan kepuasan
pelanggan melalui penyediaan layanan TI yang lebih baik (Wardani, 2007).
ISO/IEC 20000 merupakan standar internasional yang memungkinkan sebuah
organisasi untuk mendemonstrasikan keunggulan dan terbukti dapat menyajikan IT
service management yang terbaik.
Sertifikasi ISO/IEC 20000 sangat penting bagi perusahaan karena mampu
memberikan beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:
(1) Menunjukkan komitmen perusahaan dan meningkatkan daya saing
Sertifikat ISO/IEC 20000 dapat meningkatkan citra perusahaan akan
komitmennya terhadap kualitas layanan TI yang diberikan. Jika standar ISO 9000
menunjukkan komitmen perusahaan akan sistem manajemen mutu yang baik, maka
ISO/IEC 20000 merupakan komitmen mutu yang baik dalam penyelenggaraan layanan
TI. Pencapaian ini akan meningkatkan daya saing perusahaan di mata pelanggan.
(2) Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam audit.
Sertifikat ISO/IEC 20000 membuktikan bahwa penyedia layanan TI mampu
memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan pengguna. Di dalam standar ISO/IEC
20000 terdapat spesifikasi agar layanan yang diberikan memiliki kualitas yang
dapat diterima oleh pelanggan. Sertifikat ISO 20000 mampu membuktikan kepada
auditor bahwa layanan TI dikelola dengan baik dan kualitasnya dapat diterima
oleh pelanggan. ISO 20000 menekankan pendekatan proses pada pengelolaan layanan
TI, sehingga hal ini memberikan jaminan bahwa data yang dihasilkan oleh proses
yang benar adalah data yang valid dan mereduksi keraguan auditor atas data yang
diaudit.
(3) Memenuhi persyaratan tender.
Standar ini wajib dimiliki oleh peyedia layanan eksternal yang ingin
mengikuti tender. Beberapa tender mensyaratkan agar penyedia layanan telah
tersertifikasi ISO/IEC 20000.
(4) Memberikan kerangka kerja peningkatan layanan TI, mengurangi risiko dan
biaya layanan TI.
Dengan mempraktikkan manajemen sistem layanan yang baik seperti yang
ditetapkan dalam ISO/IEC 20000, diharapkan perusahaan dapat melakukan
peningkatan dalam kualitas layanannya, melakukan penghematan biaya dan
meningkatkan efisiensi, menghasilkan pengurangan resiko yang mungkin
ditimbulkan oleh layanan TI dan mendorong perbaikan layanan TI secara terusmenerus.
Jumat, 17 Maret 2017
MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI
Pengertian Manajemen Layanan Sistem Informasi
Adalah suatu bentuk pengelolaan dan pengaturan Sistem
Informasi secara terpusat pada perspektif konsumen di layanan Sistem Informasi
terhadap usaha atau bisnis dalam suatu perusahaan sehingga dapat ter manajemen
dengan baik.
Secara umum Manajemen Layanan Sistem Informasi
menangani permasalahan operasional pada
manajemen Sistem Informasi bukan pada pengembangan teknologi nya. Melaksanakan pelayanan
dalam suatu sistem didalam satu organisasi yang mempertemukan kebutuhan
pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan
kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan untuk pihak tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan. Dimana pada proses nya akan terkait atau
memiliki minat yang akan sama dengan kerangka kerja yang sudah ada, seperti:
six sigma, ERP, dsb. Sehingga berfokus pada upaya penyediaan inti dari
pengerjaan untuk menstrukturkan
aktivitas yang terkait dengan Sistem Informasi. Banyak perusahaan
non-teknologi yang sudah menerapkan pada industri keuangan, ritel, dan
pariwisata.
Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi
Menurut T. Hani Handoko terdapat tiga alasan utama
mengapa manajemen dibutuhkan dalam pengembangan dalam berbagai organisasi atau
instansi, baik swasta maupun pemerintahan.
- Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun perusahaan.
- Manajemen membantu keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
- Dengan adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbangan dari berbagai tujuan dan aspek.
Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi
1. Mendukung
dalam bidang bisnis
Sebagai penunjang dalam kegiatan perusahaan karena
dapat menyeimbangkan ke efektifan dan efiensi dalam sebuah produk, melihat
kondisi pasar, serta menghitung keuntungan yang akan didapatkan.
2. Pengambilan
keputusan manajerial
Sebagai pengambil keputusan yang ringkas dimana
membantu manager dalam suatu perusahaan untuk menjalankan proses bisnis dan
mengetahui kecenderungan serta mengevaluasi apa yang akan diperoleh dengan
keputusan yang tepat, cepat, dan kompetibel.
3. Keunggulan
strategis perusahaan
Yaitu membantu meningkatkan strategi dalam suatu
perusahaan dengan mengembangkan sektor internal dan sektor eksternal dengan
mengedepankan efesiensi dan efektivitas penyelesaiannya.
4. Meningkatkan
strategi yang sudah ada dengan suatu layanan secara global
Sebagai layanan Sistem Informasi yang dapat
mendukung meningkatkan strategi dengan menambahkan strategi baru sehingga mampu
menyeimbangi strategi yang sudah diterapkan sebelumnya.
5. Pengawasan
tingkat menengah setelah pengawasan secara manual
Sebagai pengawasan ekstra atau tambahan sebagai
back up pada seluruh data pada perusahaan tersebut.
6. Perencanaan
strategi perubahan dan kebijakan
Dimana mampu mengetahui selera para konsumen dengan
menggunakan peluang-peluang yang ada secara merata dan menyeluruh.
Sumber:
Senin, 30 Januari 2017
INOVASI DAN TEKNOLOGI PADA MOBIL KELUARGA
TEKNOLOGI
PADA MOBIL KELUARGA
Diera yang modern ini mobil bukan hanya sebagai
sebuah kendaraan,tetapi juga sebagai rumah kedua bagi setiap orang terutama
bagi mereka yang sibuk bekerja dan memerlukan transportasi dalam kehidupan
sehari-hari. Sehingga dengan hal tersebut maka dibuatlah suatu inovasi dan teknologi pada mobil
tersebut, teknologi itu berupa jok mobil yang bisa dialih fungsikan sebagai
tempat tidur yang dapat menyesuaikan posisi kita agar nyaman saat tidur didalam
mobil tersebut sehingga saat waktu istirahat tiba dan kita tidak berada dirumah
maka kita dapat tidur di mobil selayaknya tidur di kamar.
Pada mobil juga ditanamkan teknologi bluetooth yang
dapat membuat mobil melakukan perintah sederhana yang kita inginkan misalnya
kita ingin sampah yang terdapat di mobil dibuang maka secara otomatis saat kita
menekan tombol membersihkan maka akan ada udara yang menyedot sampah tersebut dan langsung tersalurkan ke tempat sampah yang
tersedia.
Kami juga akan menanamkan teknologi dimana AC dapat
mengatur suhu secara otomatis maupun manual dengan tombol yang terdapat pada
remote kontrol. Pada kondisi ini jika kita mengatur AC otomatis di suhu ruangan
maka jika udara diluar dingin, suhu akan meningkat dan jika suhu udara di luar
panas maka suhu di dalam mobil akan menurun.
Untuk meminimalisir terjadi nya pencurian pada mobil
maka kami menanamkan teknologi fingerprint pada bagian luar pintu,sehingga saat sipemilik
lupa untuk membawa kunci beserta remote nya maka terknologi tersebut bisa
digunakan dan pada saat akan menyalakan mesin sipemilik dapat menekan
fingerprint.
Teknologi GPS pada mobil sudah banyak yang
menerapkan,tetapi untuk saat ini kami mencoba untuk menerapkan wifi pada mobil
dimana sipemilik dapat tetap mengakses internet tanpa terganggu dengan adanya
sistem wifi didalam mobil tersebut.
Jok pada mobil dibuat fleksibel dimana dapat diputar
keberbagai arah sesuai dengan keinginan sipemilik dan pada bagian bagasi mobil
terdapat meja yang dapat dibentuk secara otomatis,meja tersebut dapat digunakan
untuk temat makan,bekerja dan melakukan aktivitas lain nya.
Sebagai hiburan untuk menghilangkan jenuh bagian
pada atap mobil terdiri dari 2 lapisan,dimana lapisan awal ialah lapisan asli
dari mobil tersebut dan lapisan kedua ialah berupa lapisan tembus pandang. Dimana
mereka yang berada dalam mobil tersebut dapat melihat pemandangan langit secara
langsung dengan hanya menekan tombol pada remote control.
Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang remote
control yang terdapat beberapa pilihan dimana berfungsi untuk mengendalikan beberapa
teknologi yang tertanam dalam mobil keluarga. Remote control tersebut menempel pada mobil.
Dapat diakses
pada smartphone kita dengan menggunakan bluetooth dan algoritmanya dapat
menjelaskan apa saja yang sudah kita lakukan dan dapat mendeteksi kerusakan atau
keanehan yang terjadi pada teknologi yang tertanam dan mesin pada mobil bisa
juga menampilkan jarak yang sudah ditempuh dan parameter bensin pada mobil.
https://www.idjoel.com/teknologi-canggih/
https://telset.id/157522/tempat-tidur-ini-bisa-secara-otomatis-menyesuaikan-dengan-posisi-tidur/
https://www.idjoel.com/teknologi-canggih/
https://telset.id/157522/tempat-tidur-ini-bisa-secara-otomatis-menyesuaikan-dengan-posisi-tidur/
Senin, 21 November 2016
PENGERTIAN SERTA PERBEDAAN ANTARA SEO,SEM,SMM,SMO
PENGERTIAN DARI SEO,SEM,SMM,SMO
Sebenarnya istilah SEO sudah sering terdengar dalam strategi dunia pemasaran secara online, namun ternyata ada juga istilah-istilah seperti SEM,SMM,SMO dimana digunakan untuk hal sama tetapi ada juga perbedaan dari ke 4 istilah tersebut. Untuk mengetahui lebih dalam tentang hal tersebut berikut beberapa penjelasan dan perbedaan dari keempat nya.
1. SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION)
Yaitu metode optimasi yang membantu meningkat kemampuan suatu website untuk dicatatkan pada halaman pertama dari hasil pencarian organik.
SEO melibatkan banyak pekerjaan dan ada banyak buku yang membahas hal tersebut, tetapi semua adalah untuk satu tujuan dan jika kita tetap berpegang pada aturan dasar penulisan konten dan link building yang berkualitas sehingga tepat untuk meningkatkan pengunjung website pada hasil pencarian organik. 2. SEM (SEARCH ENGINE MARKETING)
Walaupun sering disamakan dan memiliki makna yang sama dengan SEO tetapi tetap saja kedua nya berbeda satu sama lain.
SEM yaitu penggunaan iklan online pada halaman hasil mesin pencari untuk membantu pengunjung menemukan suatu website. penggunaan sistem pay-per-click (PPP) dimana si pengiklan hanya akan dikenakan biaya ketika seseorang mengklik iklan mereka.
SEM melibatkan iklan berbayar seperti Adwords, iklan Bing, Yahoo dan metode lain dari iklan online. sehingga melibatkan proses pembuatan kampanye dan hasil dari kampanye tersebut, dengan menetapkan anggaran dan berharap akan mengembalikan investasi. Dengan demikian website tersebut akan muncul di halaman pertama pada mesin pencari. Hasil ini muncul sebagai iklan yang disponsori di bagian atas atau samping hasil pencarian organik.
3. SMM (SOCIAL MEDIA MARKETING)
Yaitu memiliki kesamaan dengan SEM dimana melibatkan iklan berbayar melalui jaringan media sosial.
Misalnya iklan yang terdapat pada Facebook untuk memperluas jangkauan pelanggan dan meningkatkan merek eksposur.
4. SMO (SOCIAL MEDIA OPTIMIZATION)
Yaitu teknik optimasi dengan meningkatkan visibilitas profil pada sosial media sehingga dapat berbagi konten yang sudah dibuat di website atau blog.
SMO juga dapat membantu mengarahkan lalu lintas ke situs web atau blog dengan menyertakan link untuk berbagi apa yang ingin dimasukkan.
Jadi dapat di simpulkan bahwa istilah dari ke 4 metode dalam strategi Marketing Online. SEO dan SMO termasuk solusi untuk jangka waktu lama jika dilakukan dengan benar dan sesuai aturan dapat terus membawa hasil yang diinginkan pada bisnis nya. Sedangkan SEM dan SMM memerlukan jangka waktu yang cepat karena adanya iklan berbayar dimana pembayaran pada iklan tersebut dapat menghabiskan banyak anggaran dan juga memiliki batas waktu sesuai dengan anggaran yang sudah dikeluarkan untuk iklan berbayar tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)













